Shiino terpukul saat mengetahui sahabat terdekatnya, Mariko, meninggal dunia. Demi memenuhi keinginan terakhir yang tak sempat terwujud, ia membawa abu Mariko menjauh dari ayahnya yang abusif dan memulai perjalanan menuju Tanjung Marigaoka, tempat impian sahabatnya.











