Di akhir abad ke-19 di Canton, Wong Fei-Hung, pendekar legendaris, berjuang melawan penjajahan kekuatan asing yang menjarah Tiongkok. Kepulangannya menjadi semakin rumit saat Bibi Yee datang dari Amerika dengan pandangan hidup Barat yang kuat. Di tengah konflik yang memanas antara sekolah kung fu, milisi lokal, dan pasukan asing, Wong harus melindungi rakyatnya. Namun ketika senjata modern mulai mendominasi medan perang, muncul pertanyaan besar: bisakah kung fu melawan kekuatan senjata api?











