Remaja skater Ken Park (dijuluki Krap Nek, yaitu namanya yang dibalik) mengakhiri hidupnya di sebuah skate park di Visalia. Peristiwa itu menjadi penghubung kisah empat remaja lain yang mengenalnya: Shawn yang paling terlihat normal; Tate yang dipenuhi amarah tak terkendali; Claude yang kerap mendapat perlakuan kasar dari ayahnya dan perhatian berlebihan dari ibunya yang sedang hamil besar; serta Peaches yang merawat ayahnya yang sangat religius, namun diam-diam mendambakan kebebasan.











